Tampilkan postingan dengan label Puisi Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Hati. Tampilkan semua postingan

Sang Penggoda


Sejak proses penciptaan, perempuan ditakdirkan untuk menjadi penggoda. 
Tanpa bermaksud menggoda pun pesonanya tetap menebar. Dengan sifat alami itu penghuni alam semesta mempertahankan ras.

Dalam kurun waktu yang bersamaan beberapa spesies mengenal arti setia, dan sebagian yang lain tidak memahaminya. Setinggi apa sebuah jiwa menghargainya  sangat bertautan dengan sedalam apa dia mengenal Sang Guru Sejati yang bersemayam di pusat kening selembar tubuh.

Sebelum menghakimi takdir tengoklah hati yang menunggumu dengan senyuman.

(catatan untuk anak-anakku)


Akulah sang penggoda

Yang membangunkanmu dari lelap

Merayapi kenangan

Menggelitik ingatan


Hentakkan aku

Agar kuurai mimpimu semalam

Menjaga jiwamu tetap sadar

Jika setia adalah kehormatan


Akulah sang mentari

Aturlah tubuhmu denganku

Atau kau terbakar dalam lenguhanku

Tanpa kemampuan untuk kembali


Ikhlaskan aku

Menjalani takdir membaui pagi

Agar tak lupa kau syukuri

Hidup masih setia menemanimu

Read More

Tarian Waktu


Aku yang menarikan waktu

Larut dalam tiap ketukan

Tanpa jeda

Aku adalah bintang dilangit luas

Menjelajah jagat hingga puas

Semesta menjagaku 


Read More

Rindu



RINDU


Aku yang mencintaimu dalam sunyi

Tanpa riak emosi

Menjumpaimu sendiri

Ketika yang lain dipeluk ilusi

Sungguh ini memabukkan

Dikepung rindu yang enggan berkesudahan 

Membawaku diam-diam 

Terbenam jauh semakin dalam 

Mengikuti arah arus

Menjaganya lekat agar tak tergerus

Kekasih…

Bagiku jarak ini hanyalah candaan waktu

Aku selalu punya alasan untuk menunggumu 


 

Read More

Senja Kita




Aku adalah ketulusan yang terhempas

Lepas

Tak bermata

Lembut dibalut cinta

Aku adalah matahari senja

Yang hadir dengan manja

Menghilang dengan cepat 

Tak memandang dimana kau memilih tempat

Aku adalah keindahan tanpa surai

Tiada guna kau menyeringai

Ketika cahayaku tak sampai

Itu karena engkau berkasih dengan lalai

Tataplah awan gelap

Genit menggodamu hingga terlelap

Menuduh cahayaku kelam

Hanya membuatmu luka menyambut malam

Read More

Risau Hujan


 
Jangan khawatirkan hujan nak

Dia datang karena diundang mendung

Pergi pun karena dijemput mentari

Mengapa kau risaukan itu

Tetaplah bermain ibu menjagamu

Tiada guna kau berkeras dada

Arahnya sudah ada

Ikuti saja nak

Keras hati hanya membuatmu bertalu-talu menghirup cemburu

Syak wasangka hanya menghujani derita bagi sukamu

Kembangkan senyummu

Karena kebahagiaan itu dirasakan

Bukan dipikirkan

Read More

Desau Hati




DESAU HATI


Jika risau mengganggumu

Ingatlah doa ibu menyanggamu

Untuk apa berpatah hati

Semesta belum semua kau susuri

Untuk apa kecewa

Belum semua ilmu kau bawa

Bumi belum habis kau pijak

Jangan merasa kehilangan jejak



Read More

Perempuanku


PEREMPUANKU

Kita betina berkuku genap

yang bisa berburu dan mengasuh

liar dan anggun

diteriknya padang ilalang kehidupan


jaga martabatmu

pemimpin tak gentar digertak zaman

rajah semesta tersimpan di lekuk lidah

menjagamu sepanjang jalan



Read More

Sudut Hati




Sudut tidak bersinonim dengan terdesak
Disetiap lekuknya tetap melekat sebuah harapan
Sudut tidak mengisyaratkan akhir dari sebuah perjuangan
Pandanganmulah yang membatasi kemungkinan

Jarak sedang memainkan peran
Menempatkan kita dalam posisi lawan
Mengajakmu bersabar bersama adalah kekuatan
Yang akan kita kumpulkan dengan perlahan

Tidak menemukan tubuhku disana 
Bukan berarti aku tidak ada untukmu
Aku sedang terdiam di sudut kaja kangin rumah ini
Tempat segala harapan bermuara

(Sebuah persembahan puisi untuk seorang kakak ipar tersayang yang baru saja menerima diagnosis dari dokter spesialis Onkologi )





Read More

Stay Safe and Stay Healthy

 

 

Bukannya tak pantas saling merindu

Kita hanya butuh kesabaran dalam menunggu

Memberi ruang kepada sang waktu

Dengan waspada kau sungguh membantu

 

Tidakkah kau menangkap pesan

Yang dibisikkan semesta ke dalam sebuah alasan

Ketika jagat raya sedang meminta perhatian

Kau malah sibuk melisankan makian

 

Terpaku pada gelap hanya mengulur waktu kematian

Menipiskan jarak hanya menyelundupkan ajal pelan-pelan

Biarkan cahaya kecil tumbuh mengirim cinta buat sang kawan

Karena setiap jiwa ingin dipertahankan 

 

Buka hati jangan biarkan akal dimabuk cemburu

Sudahi air mata karena wabah sedang berburu

Propagandanya lihai mengirim tangis ke dalam peti

Ikuti aku menggagalkan pemakaman yang tidak dihadiri

 

( Jangan Menyerah kepada pandemi COVID-19, stay safe and stay healthy )


 


Read More

Menantu Semesta



Aku yang dipinang rembulan
Dinikahi matahari
Napasku mengalir bersama sungai
Menuju lautan lepas

Aku menantu dari barisan awan putih
Di atas samudera luas tak berbuih
Sayapku kuat menembus batas
Jagat raya menjagaku tetap bebas

Read More

Perempuan Muda

                                                                 

     Perempuan Muda
    Yang isi kepalanya ingin mewujud
    Yang martabat hidupnya benderang
    Dipesankan leluhur

    Bumi menantimu
    Menunggu kau menumpahkan cinta
    Malampaui garis katulistiwa
    Meninggalkan jejak di langit luas



    
Read More