Tampilkan postingan dengan label Kreativitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kreativitas. Tampilkan semua postingan

Lele Frozen Sebagai Peluang Bisnis

Produk Lele Frozen

Mengembangkan bisnis kuliner dimasa pandemi adalah pilihan yang tepat. Salah satunya adalah memelihara ikan lele. Selain untuk memenuhi kebutuhan dapur keluarga, lele dapat dikemas menjadi makanan siap olah. Lele frozen misalnya. Caranya pun cukup mudah dan sederhana. 

1. Pilihlah bibit lele yang sehat dan lincah

Bibit yang bagus memungkinkan kita untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Bibit yang bagus bukan hanya dilihat dari besar dan panjangnya benih. Benih lele yang berusia satu bulan sudah cukup umur untuk dipindah ke kolam pemeliharaan kita.


2. Pilihlah pakan yang tepat sesuai usia Lele. 

Perhatikan jenis asupan yang diberikan kepada lele, mulai dari pertama kali menanam benih sampai usia cukup panen. Selain pemberian pelet yang tepat, lele juga suka diberi makan sayuran hijau. Lele yang sehat bukan hanya dilihat dari bobot tubuhnya yang besar. Lele yang mendapatkan cukup protein dan vitamin dari pakan yang berkualitas akan tumbuh dengan sehat dan mengurangi bau amis saat diolah.

3. Menjaga kualitas air tetap bagus. 

Jenis kolam lele dapat disesuaikan dengan ketersediaan lahan yang ada. Kunci pemeliharaan ikan lele adalah kualitas air dan pakan yang bagus. Karena lele yang hidup di dalam kolam dengan kualitas air yang baik serta cukup oksigen akan memungkinkan dia tumbuh dengan sehat. Setelah cukup umur, lele dapat dipanen kemudian dibersihkan (membuang isi perut dan memotong sungutnya)


4. Siapkan bumbu-bumbu dapur yang diperlukan seperti garam, kunyit, bawang putih, dan ketumbar.


5. Haluskan semua bahan.


6. Balurkan semua bagian tubuh lele yang telah bersih dengan bumbu yang sudah dihaluskan. Biarkan sesaat agar bumbu semakin meresap.

7. Kemas lele yang sudah dibumbui ke dalam plastik penyimpanan sesuai berat yang dibutuhkan. 

Menyimpan makanan di dalam freezer memerlukan cara yang berbeda dari sekadar menyimpan makanan dalam suhu ruang atau kulkas chiller. Lele harus disimpan dalam kemasan frozen food kedap udara. Dengan packaging yang aman dan rapat, lele yang disimpan ke dalam freezer akan lebih tahan lama.


SEMUA BISA MELAKUKANNYA
JAGA NIAT BAIK & TETAP SEMANGAT

 

Read More

Manfaat Bertani/berkebun ( Selamat Hari Tani, 24 September 2020 )








Hari Tani Nasional diperingati setiap tanggal 24 September. Pada tahun ini acara peringatan digelar di Kantor Pusat Kementan Jakarta.

Pesan penting dari peringatan itu adalah bahwa Indonesia memerlukan adanya regenerasi petani guna pembangunan pertanian nasional, terutama mengubah manajemen usaha pertanian. 
Menteri pertanian juga berharap agar para Kepala Daerah mulai dari tingkatan desa/kelurahan hingga kabupaten/kota dapat mengembangkan inovasi pertanian dan mendorong lahirnya petani millenial.
 
"Petani butuh regenerasi dan transfer teknologi. Transformasi mau tidak mau akan mengubah cara kita menjalani manajemen usaha pertanian, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas," ujar Mentan.

Siapa itu petani?
Petani adalah orang yang pekerjaannya bercocok tanam pada tanah pertanian.
Menurut Anwas (1992 : 34) mengemukakan bahwa petani adalah orang yang melakukan cocok tanam dari lahan pertaniannya atau memelihara ternak dengan tujuan untuk memperoleh kehidupan dari kegiatan itu.

Saat ini bertani dan berkebun bukan hanya merupakan aktivitas ekonomi untuk menghasilkan pendapatan saja. Lebih dari itu bertani dalam konsep yang lebih luas sudah menjadi sebuah cara/gaya hidup. Sebuah kegiatan yang saat ini populer dilakukan masyarakat. Tujuan utamanya adalah ketahanan pangan keluarga.

Dengan menanam sayur-sayuran sendiri misalnya, kita akan mengetahui asal muasal makanan yang nantinya masuk ke dalam tubuh kita. Seseorang menjadi terlibat langsung mulai dari pembibitan, proses pemeliharaan, sampai panen dilakukan. Hal ini menjamin kualitas sebuah hasil panen.

Apakah kegiatan bertani/berkebun bermanfaat bagi sebuah keluarga?
Tentu saja. Aktivitas bertani ataupun berkebun dapat menjadi sebuah kegiatan positif. Beberapa manfaat yang diperoleh adalah :

1. Manfaat untuk lingkungan.
Saat tanaman kita tumbuh subur, kita telah menciptakan habitat baru bagi mahluk hidup sekitarnya. Tanaman kita juga dapat membantu mengurangi emisi karbon dioksida. Kita menjadi lebih sering menghirup oksigen yang dihasilkan tanaman hijau. Saat bertani/berkebun kita juga dapat mengontrol bahan-bahan yang digunakan dalam pemeliharaan. Hal ini memungkinkan kita untuk mendapatkan bahan makanan yang lebih sehat. 


2. Manfaat bagi kesehatan.
Pada saat berkebun tentu kita akan melakukan banyak gerakan. Mulai dari menggali tanah, menanam pohon, memangkas tanaman, memberi pupuk, menyiram, dan lain-lain. Dari kegiatan tersebut tanpa disadari tubuh terus melakukan pembakaran kalori. Menurut Center for Disease Control and Prevention, saat berkebun seseorang dapat membakar kalori hingga 330 kalori dalam satu jam. Jumlah tersebut lebih dari mengangkat beban untuk waktu yang sama.

3. Manfaat bagi perkembangan anak-anak.
Selain mengembangkan kemampuan sensorik seorang anak, berkebun juga membuat anak-anak mengenal dan menyukai beraneka sayur-sayuran dan buah. Sejak dini anak-anak sudah mulai mencintai pohon/tanaman dan hewan. Anak-anak akan menyadari jika makanan yang mereka santap di meja makan mempunyai proses yang panjang.  Bertani akan mengajarkan mereka menghargai kehidupan. Berlatih kesabaran dan mengajarkan tanggung jawab dalam menjalankan sebuah proses. Selain keterampilan bercocok tanam itu sendiri, anak-anak juga mulai mengenal sebuah usaha untuk menghasilkan pendapatan/uang. 


4. Manfaat bagi kesehatan mental dan psikologis.
Menurut Anna Ranieri, PhD, seorang psikolog yang menangani konsultasi karir, berkebun bukan hanya merupakan aktivitas fisik. Interaksi dengan alam juga merupakan interaksi jiwa. Pada saat berkebun, tanaman akan menghasilkan oksigen yang kemudian dihirup dan masuk ke dalam tubuh. Oksigen baik itu sangat bermanfaat untuk mengurangi stres. Aktivitas ini juga mampu mendorong pengeluaran hormon endorfin, yakni senyawa kimia yang membuat seseorang merasa senang, tenang, dan rileks. Apalagi jika sudah tiba saatnya panen. Rasa bahagia akan meningkatkan semangat dan mood seseorang. Berkebun juga melatih kita untuk lebih fokus.

5. Manfaat bagi keuangan keluarga.
Tak perduli apakah anda kaya atau miskin, memiliki lahan yang luas atau sejengkal, memiliki pengalaman bertani atau tidak. Menurut situs Organic Soul, tidak ada alasan yang menghalangi anda untuk bertani/berkebun. Menanam tanaman sendiri akan menghemat biaya dapur. Bahan-bahan seperti cabai, tomat, bayam, terong, sawi dan lain-lain dapat diperoleh dari lahan kita sendiri. Jika memiliki lahan yang lebih luas dan dikelola dengan baik, kebun kita bahkan dapat menghasilkan rupiah. Karena panen yang berlimpah tentu bisa dijual kembali.

Sudah tidak ragu lagi untuk mulai bercocok tanam dari pekarangan sendiri, bukan?




















 

Read More

Hari Literasi Internasional, 8 September 2020


Diperlukan sebuah keberanian untuk menyuarakan pikiran. 

Dibutuhkan sebuah kebijaksanaan untuk menghargai sebuah perbedaan pendapat.

Dituntut sebuah perjuangan untuk mewujudkan tujuan itu.

Dan kemampuan literasi adalah salah satu alat untuk mencapainya


Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari (id.m.wikipedia.org)


Hari Literasi Internasional atau Hari Aksara Sedunia bermula dari sebuah Konferensi Menteri Pendidikan Sedunia untuk membahas Pemberantasan Buta Aksara, yang diselenggarakan di Teheran, Iran, pada tanggal 8 – 19 September 1965. Pada saat itu pemerintah Republik Iran mengusulkan agar UNESCO memberikan hadiah literasi internasional kepada mereka yang berjasa dalam perjuangan melawan buta huruf.


Dalam perkembangan selanjutnya, dirasa wajib untuk mengingatkan semua penduduk dunia akan pentingnya sebuah gerakan literasi. Sejak tahun 1966 setiap tahun masyarakat dunia mulai memperingati Hari Literasi Internasional atau Hari Aksara Internasional. Tujuannya adalah untuk mengingatkan kita bahwa membaca dan menulis adalah kebutuhan semua orang.


Gerakan literasi semakin digaungkan dari tahun ke tahun. UNESCO mengungkapkan bahwa saat ini setidaknya masih ada 773 juta orang dewasa di dunia yang masih belum bisa membaca dan menulis. 

Dari data Badan Pusat Statistik, untuk saat ini ada sekitar 1.93% atau sekitar 3,29 juta orang di Indonesia masih mengalami buta aksara. Angka ini sudah mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya. Indonesia belum terbebas dari masalah buta aksara, dan masih menyumbangkan angka itu untuk dunia internasional. Usaha untuk membebaskan masyarakat Indonesia dari masalah buta huruf masih harus terus diperjuangkan.


Ketika internet dan produk-produk digital mulai merambah setiap negara, dunia literasi pun mengalami perkembangan yang sangat pesat. Kemampuan literasi yang terdiri dari kemampuan membaca, menulis, berhitung, berbicara, dan memecahkan masalah menjadi dasar yang kuat bagi seseorang dalam berkomunikasi dan berbahasa.


Jadi, pentingkah Hari Literasi itu diperingati?

Tentu saja penting, karena saat ini kemampuan literasi adalah kebutuhan mendasar seseorang.

Dari data saat ini, lebih dari separuh angka buta huruf yang tinggi itu adalah perempuan. Sementara perempuan adalah pendidik awal seorang anak. Dalam kodratnya perempuan akan menjadi ibu. Bagaimana karakter seorang anak akan terbentuk, banyak ditentukan dari bagaimana seorang ibu mendidiknya.





Read More

Hari Kelahiran, 14 Juli 2020


Suara yang pertama kali Engkau dengar adalah suara seorang Ibu. 
Masa ketika belum ada yang menyadari kehadiranmu di tempayan cintanya.
Waktu ketika belum ada yang melihat pertumbuhanmu yang mengakibatkan perutnya membuncit dan semakin berat.
Saat Engkau dan Ibu ada dalam satu kehidupan, satu tubuh, dan satu rasa.

Maka ketika seorang Ibu bicara, saat itu dia sedang mencintai.
Karena perempuan yang memilih diam adalah perempuan-perempuan yang sudah terlanjur membeku.

Jika wadah ini mulai terisi, semuanya sedang ditumpahkan untuk anak-anak tercinta, Bayu, Damar, Tirtha, Satria, Nanta, Krishna, dan Tutut.

Jika memberi manfaat positif bagi pembaca yang lain tentu akan menambahkan rasa syukur dan terima kasih.

Karena menebarkan cinta kasih adalah sisi lain dari kebahagiaanku. 
Jika Engkau menyambut dan menerimanya dengan sukacita, itu adalah bagian dari berkahmu sendiri. 
Mengabaikannya pun bagian dari sebuah pilihan.

Matahari selalu mengajarkanku untuk berbagi dengan keikhlasan.

Selamat mengarungi semesta raya ini. Tuhan senantiasa memberkati dengan segala cinta kasih sayang yang tiada berkesudahan.

Welcome to earth 
Cerita Dari Wayan 🌻
Wish you all the best 👍
 

Read More